RANCANGAN APLIKASI GIS UNTUK PERKEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN LAMONGAN
oleh : Dayinta Loka Apsari (1525010056)
oleh : Dayinta Loka Apsari (1525010056)
GIS
(Geographic Information System) adalah : Sistem informasi khusus yang mengelola
data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti
yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk
membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis,
misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.
Geographic
Information System dapat diakses, ditransfer, ditransformasikan, diproses dan
ditampilkan dengan menggunakan berbagai macam program aplikasi perangkat lunak
(software).
Departemen
pemerintah dan militer sering menggunakan perangkat lunak (software) yang telah
di costumize dimana produk – produk yang berbasis Open Source seperti : GRASS
atau uDig atau secara khususnya adalah suatu produk yang telah memenuhi
kebutuhan serta telah didefinisikan dengan sangat baik.
Salah
satu produk yang paling umum dari GIS adalah peta. Peta umumnya mudah untuk
membuat menggunakan GIS dan mereka sering cara yang paling efektif untuk
mengkomunikasikan hasil dari proses GIS. Oleh karena itu, GIS biasanya produsen
produktif peta. Pengguna GIS harus prihatin dengan kualitas peta yang
dihasilkan karena GIS biasanya tidak mengatur prinsip-prinsip kartografi umum.
Salah satu prinsip-prinsip ini adalah konsep generalisasi, yang berkaitan
dengan isi dan detail informasi pada berbagai skala. Pengguna GIS dapat
mengubah skala dengan menekan sebuah tombol, tapi konten mengendalikan dan
detail sering tidak begitu mudah. Pembuat peta telah lama diakui bahwa konten
dan detail perlu mengubah sebagai perubahan skala peta. Sebagai contoh, Negara
Bagian New Jersey dapat dipetakan pada berbagai skala, dari skala kecil ke
skala 1:500,000 lebih besar dari 1:250.000 dan skala 1:100.000 namun lebih
besar (fig.3a), tetapi skala masing-masing membutuhkan tingkat yang tepat dari
generalisasi.
Masa
depan GIS untuk Studi lingkungan, geografi, geologi, perencanaan, bisnis
pemasaran, dan disiplin lainnya telah diuntungkan dari alat GIS dan metode.
Bersama dengan kartografi, penginderaan jauh, sistem posisi global,
fotogrametri, dan geografi, GIS telah berkembang menjadi sebuah disiplin dengan
basis penelitian sendiri dikenal sebagai ilmu informasi geografis. Pasar GIS
aktif telah menghasilkan biaya yang lebih rendah dan perbaikan terus menerus
dalam perangkat keras GIS, perangkat lunak, dan data. Perkembangan ini akan
mengakibatkan aplikasi yang lebih luas dari teknologi di seluruh pemerintah,
usaha industri, dan. GIS dan teknologi terkait akan membantu menganalisis
dataset besar, yang memungkinkan pemahaman yang lebih baik dari proses-proses
terestrial dan kegiatan manusia untuk meningkatkan vitalitas ekonomi dan
kualitas lingkungan (Integrasi Utama, 2014).
Dengan
pengertiam dari GIS diatas, maka kita sudah jelas dapat mengaplikasikannya pada
beaga hal, salah satunya dalam bidang pertaian. Dengan menggunakan aplikasi
yang berbasis GIS kita dapat menganalisis kondisi lahan suatu daerah. Itadapat melihat
tingkat kesuburanya, komoditas tanaman yang cocok, potensi hama dan penyakit,
kebutuhan air berdasarkan letak (sumber) dan jumlah dari air tersebu, dan masih
banyak lagi management pertanian yang dapat kita laukan da analisis terlebih
dahulu.
Kabupaten
Lamongan merupakan salah satu daerah yang ada di Indonesia yang memiliki peran
dalam pengembagan sumberdaya alamnya yang banyak dieksploitasi guna mendaoatkan
keuntungan untuk warga sekitar khususnya dan negara Indonesia pada umumnya. Lmongan
menjadi tempat yang potensial untuk beberapa komoditi tanaman pangan, seperti
padidan jagung. Tempatnya yang berada di dataran rendah memang cocok untuk
membudidayakan tanaman pangan yang pada umumnya memang bmemerlukan tempat yang
memiliki dataran yang rendah untuk dapat
tumbuh dan berkembang. Budidaya tanaman pangan yang potensial ini kebanyakan
terdapat di sisi Kabupaten Lamongan dibagian selatan
Bukan
hanya potensi budidaya pertanian, di
sisi utara dari Kabupaten Lamongan juga potensial akan hasil lautnya,
karenan sisi utara kabupaten Lamongan merupakn salah satu daerah yang merupakan
gabungan dari garis pantai utara, posisi tersebut tenteunya memiliki keuntungan
tersendiri untuk masyarakat yang bertempat tinggal di kabupaten Lamongan
utamanya yang berada di sisi utara.
Selain
itu kabupaten Lamongan di sisi bagian timur juga merupakan sentra dari ikan
tambak. Banyak Mmasyarakat disaerah sana yang menjadi pembudiday ikan dalam
tambak untuk memenuhi kebutuhan hidupnua, salah satu komoditas yang terkenal
adalah udang faname nya.
Mengingat
fakta bahwa Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daera di Indonesia yang
produksi jagungnya terbesar di Inonesia, sehingga pemerintah setempat sampai
saat ini berusaha untuk mengenmbangkan pabrik bibit di Kabupaten Lamongan
supaya penghasilan yang melimpah tersebut dapat ,emberikan keuntungan yang
lebih banyak lagi.
Untuk
mengembangkan daerah potensial tersebut, maka perlulah pengaplikasian dari GIS
supaya hasil yang memuaskan tersebut dapat terus dikembangkan supaya memberikan
keuntungan bagi banyak pihak bukan haya untuk sekarang namun juga untuk dimasa
depan. Apliksi GIS ini nantinya tentunya untuk mempermudah pengolahan bidang
pertanian di Kabupaten Lamongan, sehingga nantinya goal yang dicapai adalah
bukan hanya di jeis bahan pangan jagung saja yang dapat menghasilkan hasil
produksi yang maksimal, namun juga pada komoditas tanaman yang lainnya, seoerti
padi, kedelai, dan masih banyak lagi.
Penjelasan
singkat mengenai aplikasi ini adalah, aplikasi ini nantinya bertujuan untuk
mengidentifikasi mengenai tempat-tempat di Kabupaten Lamongan yang memiliki
potensi untuk lahan pertanian pada segala komoditas, persebaran tersebut akan
lebih di detailkan mengenai pangsa pasar, kesuburan tanah, sumber dan kebutuhan
air, daerah yang dijadikan sebagai pendistribusian yang utama, bahkan hingga
kondisi sosial ekonomi masyarakat pelaku aktifitas pertanian yang ada pada
sekitar lahan tersebut. Sehingga dengan adanya aplikasi ini masyarakat sebaga
pelaku aktifitas pertania dapat sangat diuntungkan karena dapat mempermudah
aktifitas mereka dalam bercocok tanam. Bukan hanya ada proses pertumbuhan dan
perkembangan tanaman, namun juga pada proses sebelum penanaman yang meliputi
pengolahan, hingga pasca panen yang nantinya bermuara pada peningkatan ekonomi
dan juga mutu dan kualitas produk.
Proses
desaign aplikasi GIS ini meliputi pengimplementasian ruang lingkup GIS yang
diantaranya adalah ;
Pada dasarnya pada
SIG terdapat enam proses yaitu:
·
Input Data
Proses input data
digunakan untuk menginputkan data spasial dan data non-spasial. Data spasial
biasanya berupa peta analog. Untuk SIG harus menggunakan peta digital sehingga
peta analog tersebut harus dikonversi ke dalam bentuk peta digital dengan
menggunakan alat digitizer. Selain proses digitasi dapat juga dilakukan proses
overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.
·
Manipulasi Data
Tipe data yang
diperlukan oleh suatu bagian SIG mungkin perlu dimanipulasi agar sesuai dengan
sistem yang dipergunakan. Oleh karena itu SIG mampu melakukan fungsi edit baik
untuk data spasial maupun non-spasial.
·
Manajemen Data
Setelah data
spasial dimasukkan maka proses selanjutnya adalah pengolahan data non-spasial.
Pengolaha data non-spasial meliputi penggunaan DBMS untuk menyimpan data yang
memiliki ukuran besar.
·
Query dan Analisis
Query adalah proses
analisis yang dilakukan secara tabular. Secara fundamental SIG dapat melakukan
dua jenis analisis, yaitu:
o Analisis
Proximity
Analisis Proximity
merupakan analisis geografi yang berbasis pada jarak antar layer. SIG
menggunakan proses buffering (membangun lapisan pendukung di sekitar layer
dalam jarak tertentu) untuk menentukan dekatnya hubungan antar sifat bagian
yang ada.
o Analisis
Overlay
Overlay merupakan
proses penyatuan data dari lapisan layer yang berbeda. Secara sederhana overlay
disebut sebagai operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk
digabungkan secara fisik.
·
Visualisasi
Untuk beberapa tipe
operasi geografis, hasil akhir terbaik diwujudkan dalam peta atau grafik. Peta
sangatlah efektif untuk menyimpan dan memberikan informasi geografis (Gis_Indonesi,
2011)
Dari ruang lingkup
diatas dapat diimplementasikan pada perencanaan aplikasi GIS ini, diantaranya
adalah
1.
Input data
Sudah jelas bahwa
input data nantinya kita akan memasukan segala data yang kita perlukan untuk
memperlancar dari aplikasi ini, diantaranya adalah total keseluruhan lahan
pertanian yang ada di Kabupaten Lamongan, jumlah luasan lahan kritis, lahan
komoditas jagung, lahan komoditas padi, jumlah dan sistem irigasi, daerah
pendistribusian, dan rerata harga pada masing-masing komoditas dan hal-hal lain
yang mempengaruhinya.
2.
Manipulasi data
Manipulasi data
dilakukan dengan menyesuaikan data yang didapat untuk nantinya dapat selaras
dengan aplikasi yang dibuat
3.
Manajemen data
Hal ini dilakukan
dengan pengelompokan data yang memiliki ukuran besar, seperti mengenai
informasi lahan di Kabupaten Lamongan tentunya akan lebih besar ukurannya
dibandingkan dengan jumlah irigasi. Juga pengelompokan berdasarkan informasi
umum yang dibutuhkan oleh keseluruhan pelaku aktifitas pertanian
4.
Query dan Analisis
a. Analisis
Proximity
Pada analisi proximity ini nantinya akan dapat diketahui
mengenai jarak irigasi yang terdekat pada suatu lahan, kemudian jarak
daerah-daerah yang memiliki pangsa pasar yang lebih besar sehingga dapat memperluas
daerah distribusi, dan masih banyak lagi.
b. Analisis
Overlay
Kemudian segala informasi tersebut disatukan agar dapat
di sinkronkan antar aplikasi dan kodisi nyata pada lapangan
5.
Visualisasi
Penampakan lahan
kemudian adalah menjadi langkah akhir pada rencana aplikasi ini. Supaya dapat
difahami lebih mudah, contohnya dalam pendistribusian, daerah yang memiliki
potensi pasar yang lebih besar tentunya akan memiliki bentuk visual yang
berbeda dengan pasar yang ranahnya dan kebutuhannya lebih minim.
Untuk
memperlancar rencana (design) dar aplikasi ini adalah dapat menggunakan Location-Based
Services (LBS) adalah layanan informasi yang mengutilisasi kemampuan untuk
menggunakan informasi lokasi dari perangkat dan dapat diakses dengan perangkat
mobile melalui jaringan telekomunikasi bergerak dan Metode haversine formula
dapat digunakan untuk menghitung jarak antara dua titik, berdasarkan posisi
garis lintang (latitude) dan posisi garis bujur (longitude). Metode Haversine
Formula tersebut kini sudah mengalami pengembangan, yaitu dengan menggunakan
rumus spherical law of cosine sederhana, dimana dengan penghitungan komputer
dapat memberikan tingkat presisi yang sangat akurat antar dua titik (Stevian,
2016)
Sekian pemaparan
dari saya, jika ada ketidak sesuaian kata dan pemikiran, saya mohon maaf yang
sebesar-besarnya. Semoga apa yang saya buat ini dapat memberikan manfaat yang
banyak untuk berbagai pihak, terima kasih.
Daftar Pustaka
Integrasi_utama, 2014, GIS (Geographic Information System), http://integrasiautama.com/gis-geographic-information-system/.
Diakses pada 15 Mei 2017
Gis-indonesia, 2011, Deskripsi dan Konsep Dasar GIS (Geographic
Information System), http://gis-indonesia.blogspot.co.id/2011/05/deskripsi-gis-geographic-information.html.
Diakses pada 16 Mei 2017
Stevian, 2016, PERANCANGAN APLIKASI GIS PENCARIAN RUTE TERPENDEK PETA
WISATA DI KOTA MANADO BERBASIS MOBILE WEB DENGAN ALGORITMA DIJKSTRA, http://eprints.dinus.ac.id/12361/1/jurnal_12294.pdf.
Diakses pada 17 Mei 2017