Rabu, 17 Mei 2017

RANCANGAN APLIKASI GIS UNTUK PERKEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN LAMONGAN

RANCANGAN APLIKASI GIS UNTUK PERKEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN LAMONGAN
oleh : Dayinta Loka Apsari (1525010056)
GIS (Geographic Information System) adalah : Sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.
Geographic Information System dapat diakses, ditransfer, ditransformasikan, diproses dan ditampilkan dengan menggunakan berbagai macam program aplikasi perangkat lunak (software).
Departemen pemerintah dan militer sering menggunakan perangkat lunak (software) yang telah di costumize dimana produk – produk yang berbasis Open Source seperti : GRASS atau uDig atau secara khususnya adalah suatu produk yang telah memenuhi kebutuhan serta telah didefinisikan dengan sangat baik.
Salah satu produk yang paling umum dari GIS adalah peta. Peta umumnya mudah untuk membuat menggunakan GIS dan mereka sering cara yang paling efektif untuk mengkomunikasikan hasil dari proses GIS. Oleh karena itu, GIS biasanya produsen produktif peta. Pengguna GIS harus prihatin dengan kualitas peta yang dihasilkan karena GIS biasanya tidak mengatur prinsip-prinsip kartografi umum. Salah satu prinsip-prinsip ini adalah konsep generalisasi, yang berkaitan dengan isi dan detail informasi pada berbagai skala. Pengguna GIS dapat mengubah skala dengan menekan sebuah tombol, tapi konten mengendalikan dan detail sering tidak begitu mudah. Pembuat peta telah lama diakui bahwa konten dan detail perlu mengubah sebagai perubahan skala peta. Sebagai contoh, Negara Bagian New Jersey dapat dipetakan pada berbagai skala, dari skala kecil ke skala 1:500,000 lebih besar dari 1:250.000 dan skala 1:100.000 namun lebih besar (fig.3a), tetapi skala masing-masing membutuhkan tingkat yang tepat dari generalisasi.
Masa depan GIS untuk Studi lingkungan, geografi, geologi, perencanaan, bisnis pemasaran, dan disiplin lainnya telah diuntungkan dari alat GIS dan metode. Bersama dengan kartografi, penginderaan jauh, sistem posisi global, fotogrametri, dan geografi, GIS telah berkembang menjadi sebuah disiplin dengan basis penelitian sendiri dikenal sebagai ilmu informasi geografis. Pasar GIS aktif telah menghasilkan biaya yang lebih rendah dan perbaikan terus menerus dalam perangkat keras GIS, perangkat lunak, dan data. Perkembangan ini akan mengakibatkan aplikasi yang lebih luas dari teknologi di seluruh pemerintah, usaha industri, dan. GIS dan teknologi terkait akan membantu menganalisis dataset besar, yang memungkinkan pemahaman yang lebih baik dari proses-proses terestrial dan kegiatan manusia untuk meningkatkan vitalitas ekonomi dan kualitas lingkungan (Integrasi Utama, 2014).
Dengan pengertiam dari GIS diatas, maka kita sudah jelas dapat mengaplikasikannya pada beaga hal, salah satunya dalam bidang pertaian. Dengan menggunakan aplikasi yang berbasis GIS kita dapat menganalisis kondisi lahan suatu daerah. Itadapat melihat tingkat kesuburanya, komoditas tanaman yang cocok, potensi hama dan penyakit, kebutuhan air berdasarkan letak (sumber) dan jumlah dari air tersebu, dan masih banyak lagi management pertanian yang dapat kita laukan da analisis terlebih dahulu.
Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daerah yang ada di Indonesia yang memiliki peran dalam pengembagan sumberdaya alamnya yang banyak dieksploitasi guna mendaoatkan keuntungan untuk warga sekitar khususnya dan negara Indonesia pada umumnya. Lmongan menjadi tempat yang potensial untuk beberapa komoditi tanaman pangan, seperti padidan jagung. Tempatnya yang berada di dataran rendah memang cocok untuk membudidayakan tanaman pangan yang pada umumnya memang bmemerlukan tempat yang memiliki dataran yang rendah  untuk dapat tumbuh dan berkembang. Budidaya tanaman pangan yang potensial ini kebanyakan terdapat di sisi Kabupaten Lamongan dibagian selatan
Bukan hanya potensi budidaya pertanian, di  sisi utara dari Kabupaten Lamongan juga potensial akan hasil lautnya, karenan sisi utara kabupaten Lamongan merupakn salah satu daerah yang merupakan gabungan dari garis pantai utara, posisi tersebut tenteunya memiliki keuntungan tersendiri untuk masyarakat yang bertempat tinggal di kabupaten Lamongan utamanya yang berada di sisi utara.
Selain itu kabupaten Lamongan di sisi bagian timur juga merupakan sentra dari ikan tambak. Banyak Mmasyarakat disaerah sana yang menjadi pembudiday ikan dalam tambak untuk memenuhi kebutuhan hidupnua, salah satu komoditas yang terkenal adalah udang faname nya.
Mengingat fakta bahwa Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daera di Indonesia yang produksi jagungnya terbesar di Inonesia, sehingga pemerintah setempat sampai saat ini berusaha untuk mengenmbangkan pabrik bibit di Kabupaten Lamongan supaya penghasilan yang melimpah tersebut dapat ,emberikan keuntungan yang lebih banyak lagi.
Untuk mengembangkan daerah potensial tersebut, maka perlulah pengaplikasian dari GIS supaya hasil yang memuaskan tersebut dapat terus dikembangkan supaya memberikan keuntungan bagi banyak pihak bukan haya untuk sekarang namun juga untuk dimasa depan. Apliksi GIS ini nantinya tentunya untuk mempermudah pengolahan bidang pertanian di Kabupaten Lamongan, sehingga nantinya goal yang dicapai adalah bukan hanya di jeis bahan pangan jagung saja yang dapat menghasilkan hasil produksi yang maksimal, namun juga pada komoditas tanaman yang lainnya, seoerti padi, kedelai, dan masih banyak lagi.
Penjelasan singkat mengenai aplikasi ini adalah, aplikasi ini nantinya bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai tempat-tempat di Kabupaten Lamongan yang memiliki potensi untuk lahan pertanian pada segala komoditas, persebaran tersebut akan lebih di detailkan mengenai pangsa pasar, kesuburan tanah, sumber dan kebutuhan air, daerah yang dijadikan sebagai pendistribusian yang utama, bahkan hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat pelaku aktifitas pertanian yang ada pada sekitar lahan tersebut. Sehingga dengan adanya aplikasi ini masyarakat sebaga pelaku aktifitas pertania dapat sangat diuntungkan karena dapat mempermudah aktifitas mereka dalam bercocok tanam. Bukan hanya ada proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, namun juga pada proses sebelum penanaman yang meliputi pengolahan, hingga pasca panen yang nantinya bermuara pada peningkatan ekonomi dan juga mutu dan kualitas produk.
Proses desaign aplikasi GIS ini meliputi pengimplementasian ruang lingkup GIS yang diantaranya adalah ;
Pada dasarnya pada SIG terdapat enam proses yaitu:
·         Input Data
Proses input data digunakan untuk menginputkan data spasial dan data non-spasial. Data spasial biasanya berupa peta analog. Untuk SIG harus menggunakan peta digital sehingga peta analog tersebut harus dikonversi ke dalam bentuk peta digital dengan menggunakan alat digitizer. Selain proses digitasi dapat juga dilakukan proses overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.
·         Manipulasi Data
Tipe data yang diperlukan oleh suatu bagian SIG mungkin perlu dimanipulasi agar sesuai dengan sistem yang dipergunakan. Oleh karena itu SIG mampu melakukan fungsi edit baik untuk data spasial maupun non-spasial.

·         Manajemen Data
Setelah data spasial dimasukkan maka proses selanjutnya adalah pengolahan data non-spasial. Pengolaha data non-spasial meliputi penggunaan DBMS untuk menyimpan data yang memiliki ukuran besar.
·         Query dan Analisis
Query adalah proses analisis yang dilakukan secara tabular. Secara fundamental SIG dapat melakukan dua jenis analisis, yaitu:
o   Analisis Proximity
Analisis Proximity merupakan analisis geografi yang berbasis pada jarak antar layer. SIG menggunakan proses buffering (membangun lapisan pendukung di sekitar layer dalam jarak tertentu) untuk menentukan dekatnya hubungan antar sifat bagian yang ada.
o   Analisis Overlay
Overlay merupakan proses penyatuan data dari lapisan layer yang berbeda. Secara sederhana overlay disebut sebagai operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk digabungkan secara fisik.
·         Visualisasi
Untuk beberapa tipe operasi geografis, hasil akhir terbaik diwujudkan dalam peta atau grafik. Peta sangatlah efektif untuk menyimpan dan memberikan informasi geografis (Gis_Indonesi, 2011)
Dari ruang lingkup diatas dapat diimplementasikan pada perencanaan aplikasi GIS ini, diantaranya adalah
1.       Input data
Sudah jelas bahwa input data nantinya kita akan memasukan segala data yang kita perlukan untuk memperlancar dari aplikasi ini, diantaranya adalah total keseluruhan lahan pertanian yang ada di Kabupaten Lamongan, jumlah luasan lahan kritis, lahan komoditas jagung, lahan komoditas padi, jumlah dan sistem irigasi, daerah pendistribusian, dan rerata harga pada masing-masing komoditas dan hal-hal lain yang mempengaruhinya.
2.       Manipulasi data
Manipulasi data dilakukan dengan menyesuaikan data yang didapat untuk nantinya dapat selaras dengan aplikasi yang dibuat
3.       Manajemen data
Hal ini dilakukan dengan pengelompokan data yang memiliki ukuran besar, seperti mengenai informasi lahan di Kabupaten Lamongan tentunya akan lebih besar ukurannya dibandingkan dengan jumlah irigasi. Juga pengelompokan berdasarkan informasi umum yang dibutuhkan oleh keseluruhan pelaku aktifitas pertanian
4.       Query dan Analisis
a.       Analisis Proximity
Pada analisi proximity ini nantinya akan dapat diketahui mengenai jarak irigasi yang terdekat pada suatu lahan, kemudian jarak daerah-daerah yang memiliki pangsa pasar yang lebih besar sehingga dapat memperluas daerah distribusi, dan masih banyak lagi.

b.      Analisis Overlay
Kemudian segala informasi tersebut disatukan agar dapat di sinkronkan antar aplikasi dan kodisi nyata pada lapangan
5.       Visualisasi
Penampakan lahan kemudian adalah menjadi langkah akhir pada rencana aplikasi ini. Supaya dapat difahami lebih mudah, contohnya dalam pendistribusian, daerah yang memiliki potensi pasar yang lebih besar tentunya akan memiliki bentuk visual yang berbeda dengan pasar yang ranahnya dan kebutuhannya lebih minim.
Untuk memperlancar rencana (design) dar aplikasi ini adalah dapat menggunakan Location-Based Services (LBS) adalah layanan informasi yang mengutilisasi kemampuan untuk menggunakan informasi lokasi dari perangkat dan dapat diakses dengan perangkat mobile melalui jaringan telekomunikasi bergerak dan Metode haversine formula dapat digunakan untuk menghitung jarak antara dua titik, berdasarkan posisi garis lintang (latitude) dan posisi garis bujur (longitude). Metode Haversine Formula tersebut kini sudah mengalami pengembangan, yaitu dengan menggunakan rumus spherical law of cosine sederhana, dimana dengan penghitungan komputer dapat memberikan tingkat presisi yang sangat akurat antar dua titik (Stevian, 2016)
Sekian pemaparan dari saya, jika ada ketidak sesuaian kata dan pemikiran, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga apa yang saya buat ini dapat memberikan manfaat yang banyak untuk berbagai pihak, terima kasih.


Daftar Pustaka
Integrasi_utama, 2014, GIS (Geographic Information System), http://integrasiautama.com/gis-geographic-information-system/. Diakses pada 15 Mei 2017
Gis-indonesia, 2011, Deskripsi dan Konsep Dasar GIS (Geographic Information System), http://gis-indonesia.blogspot.co.id/2011/05/deskripsi-gis-geographic-information.html. Diakses pada 16 Mei 2017 
Stevian, 2016, PERANCANGAN APLIKASI GIS PENCARIAN RUTE TERPENDEK PETA WISATA DI KOTA MANADO BERBASIS MOBILE WEB DENGAN ALGORITMA DIJKSTRA, http://eprints.dinus.ac.id/12361/1/jurnal_12294.pdf. Diakses pada 17 Mei 2017