Selasa, 03 Oktober 2017

Pengendalian Hama Penyakit Terpadu
Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan era globalisasi, maka segala tingkah laku, kebutuhan dan kultur manusia juga terus berkembang. Bukan hanya masalah fasion atau suatu aktifitas yang terus berkembang secara modern namun juga pola pikir mengenahi kebutuhan makan orang modern saa ini dengan beberapa tahun kebelakang tentu memiliki perbedaan.
Semakan kesini kebutuhan manusia modern akan makanan yang sehat, aman, dan kaya manfaat teruslah meningkat, namun disisi lain banya terjadi permasalahan – permasalahan dibidang pertanian yang membuat kebutuhan tersebut menjadi terhambat. Diantaranya adalah konversi lahan, ketersediaan bibit, pupuk, iklim, juga OPT (organisme pengganggu tanaman). Masing masing dari mereka memiliki kadar kerugian masing – masing, namun tetu saja kesinambungan antara satu dengan yang lain sangatlah mempengaruhi hasil akhir berupa produksi yang efektif dan efisien
Banyaknya permasalahan pada masa penanaman tentunya membuat para petani melakukan segala cara supaya hasil produksi tetap menguntungkan secara finansial. Salah satunya adalah penggunaan pestisida dari bahan kimia, baik pada pupuk, pestisida, dan kegunaan – kegunaan lainnya. adanya bahan kimia pada hal ini menyebakan pengaruh bukan hanya pada tanaman atau hama yang ditargetkan namun juga manusia sebagai konsumen. Dan apabila hal tersebut terus menerus terjadi akan menyebabkan masalah berupa ketidak seimbangan yang ada di alam
Sebelum adanya PHPT manusia cenderung bertujuan menghilangkan segala hal yang menyebabkan kerugian dalam budidaya tanpa berfikir untuk memeneg sedemikian rupa supaya lebih efektif dan efisien. Penghilangan salah satu makhluk hidup tentunya kan beropengaruh pada keseimbangan alam yang lain, karena segala kehidupan di bumi ini memiliki siklus yang terus beroutar dan saling memiliki keterkaitan antara satudengan yang lainnya.
Maka dari itu PHPT hadir sebagai salah satu upaya mengembalikansiklus hidup di alam tersebut. PHPT pada dasrnya adalah upaya pengendalian OPT budidaya yang tetap memerhatikan aspek ekologi dalam pengelolaannya yang bersifat ramah lingkungan dan berwawasan pertanian berkelanjutan. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan PHPT ini, diantaranya dapat dengan menggunakan musuh alami, pengendaian populasi, pemasangan perangkap, dan masih banyak lagi.
Berikut merupakan tahapan – tahapan dari PHPT :
1.      Memahami mengenai segala informasi dari OPT yang akan dikelola
2.      Mempelajari mengenai hal – hal lain yang berhubungan dengan OPT tersebut
3.      Penetapan dan pengembangan ambang batas ekonomi 
4.      Pengembangan Sistem Pengamatan yang akan digunakan dan pengawasan  OPT
5.      Pengembangan data dan informasi dan pengiraan perkembangan OPT
6.      Pengembangan srategi yang tepat dalam pengelolaan OPT
Tujuan – tujuan PHPT
1.      Untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian
2.      Mensejahterakan petani baik secara finansial dan tenaga kerja
3.      Penyediaan bahan makanan yang sehat dengan gizi tinggi untuk masyarakat Indonesia
4.      Menjaga kestabilan ekologi tanpa harus memusnahkan salah satu spesies
5.      Mengurangi resiko pencemaran lingkungan akibat dari bahan kimia yang merugikan alam
6.      Meningkatkan pertanian berkelanjutan dalam jangka waktu yang sangat panjang.



Dayinta Loka Apsari (1525010056)