Selasa, 03 Oktober 2017

Pengendalian Hama Penyakit Terpadu
Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan era globalisasi, maka segala tingkah laku, kebutuhan dan kultur manusia juga terus berkembang. Bukan hanya masalah fasion atau suatu aktifitas yang terus berkembang secara modern namun juga pola pikir mengenahi kebutuhan makan orang modern saa ini dengan beberapa tahun kebelakang tentu memiliki perbedaan.
Semakan kesini kebutuhan manusia modern akan makanan yang sehat, aman, dan kaya manfaat teruslah meningkat, namun disisi lain banya terjadi permasalahan – permasalahan dibidang pertanian yang membuat kebutuhan tersebut menjadi terhambat. Diantaranya adalah konversi lahan, ketersediaan bibit, pupuk, iklim, juga OPT (organisme pengganggu tanaman). Masing masing dari mereka memiliki kadar kerugian masing – masing, namun tetu saja kesinambungan antara satu dengan yang lain sangatlah mempengaruhi hasil akhir berupa produksi yang efektif dan efisien
Banyaknya permasalahan pada masa penanaman tentunya membuat para petani melakukan segala cara supaya hasil produksi tetap menguntungkan secara finansial. Salah satunya adalah penggunaan pestisida dari bahan kimia, baik pada pupuk, pestisida, dan kegunaan – kegunaan lainnya. adanya bahan kimia pada hal ini menyebakan pengaruh bukan hanya pada tanaman atau hama yang ditargetkan namun juga manusia sebagai konsumen. Dan apabila hal tersebut terus menerus terjadi akan menyebabkan masalah berupa ketidak seimbangan yang ada di alam
Sebelum adanya PHPT manusia cenderung bertujuan menghilangkan segala hal yang menyebabkan kerugian dalam budidaya tanpa berfikir untuk memeneg sedemikian rupa supaya lebih efektif dan efisien. Penghilangan salah satu makhluk hidup tentunya kan beropengaruh pada keseimbangan alam yang lain, karena segala kehidupan di bumi ini memiliki siklus yang terus beroutar dan saling memiliki keterkaitan antara satudengan yang lainnya.
Maka dari itu PHPT hadir sebagai salah satu upaya mengembalikansiklus hidup di alam tersebut. PHPT pada dasrnya adalah upaya pengendalian OPT budidaya yang tetap memerhatikan aspek ekologi dalam pengelolaannya yang bersifat ramah lingkungan dan berwawasan pertanian berkelanjutan. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan PHPT ini, diantaranya dapat dengan menggunakan musuh alami, pengendaian populasi, pemasangan perangkap, dan masih banyak lagi.
Berikut merupakan tahapan – tahapan dari PHPT :
1.      Memahami mengenai segala informasi dari OPT yang akan dikelola
2.      Mempelajari mengenai hal – hal lain yang berhubungan dengan OPT tersebut
3.      Penetapan dan pengembangan ambang batas ekonomi 
4.      Pengembangan Sistem Pengamatan yang akan digunakan dan pengawasan  OPT
5.      Pengembangan data dan informasi dan pengiraan perkembangan OPT
6.      Pengembangan srategi yang tepat dalam pengelolaan OPT
Tujuan – tujuan PHPT
1.      Untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian
2.      Mensejahterakan petani baik secara finansial dan tenaga kerja
3.      Penyediaan bahan makanan yang sehat dengan gizi tinggi untuk masyarakat Indonesia
4.      Menjaga kestabilan ekologi tanpa harus memusnahkan salah satu spesies
5.      Mengurangi resiko pencemaran lingkungan akibat dari bahan kimia yang merugikan alam
6.      Meningkatkan pertanian berkelanjutan dalam jangka waktu yang sangat panjang.



Dayinta Loka Apsari (1525010056)

Rabu, 17 Mei 2017

RANCANGAN APLIKASI GIS UNTUK PERKEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN LAMONGAN

RANCANGAN APLIKASI GIS UNTUK PERKEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN LAMONGAN
oleh : Dayinta Loka Apsari (1525010056)
GIS (Geographic Information System) adalah : Sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.
Geographic Information System dapat diakses, ditransfer, ditransformasikan, diproses dan ditampilkan dengan menggunakan berbagai macam program aplikasi perangkat lunak (software).
Departemen pemerintah dan militer sering menggunakan perangkat lunak (software) yang telah di costumize dimana produk – produk yang berbasis Open Source seperti : GRASS atau uDig atau secara khususnya adalah suatu produk yang telah memenuhi kebutuhan serta telah didefinisikan dengan sangat baik.
Salah satu produk yang paling umum dari GIS adalah peta. Peta umumnya mudah untuk membuat menggunakan GIS dan mereka sering cara yang paling efektif untuk mengkomunikasikan hasil dari proses GIS. Oleh karena itu, GIS biasanya produsen produktif peta. Pengguna GIS harus prihatin dengan kualitas peta yang dihasilkan karena GIS biasanya tidak mengatur prinsip-prinsip kartografi umum. Salah satu prinsip-prinsip ini adalah konsep generalisasi, yang berkaitan dengan isi dan detail informasi pada berbagai skala. Pengguna GIS dapat mengubah skala dengan menekan sebuah tombol, tapi konten mengendalikan dan detail sering tidak begitu mudah. Pembuat peta telah lama diakui bahwa konten dan detail perlu mengubah sebagai perubahan skala peta. Sebagai contoh, Negara Bagian New Jersey dapat dipetakan pada berbagai skala, dari skala kecil ke skala 1:500,000 lebih besar dari 1:250.000 dan skala 1:100.000 namun lebih besar (fig.3a), tetapi skala masing-masing membutuhkan tingkat yang tepat dari generalisasi.
Masa depan GIS untuk Studi lingkungan, geografi, geologi, perencanaan, bisnis pemasaran, dan disiplin lainnya telah diuntungkan dari alat GIS dan metode. Bersama dengan kartografi, penginderaan jauh, sistem posisi global, fotogrametri, dan geografi, GIS telah berkembang menjadi sebuah disiplin dengan basis penelitian sendiri dikenal sebagai ilmu informasi geografis. Pasar GIS aktif telah menghasilkan biaya yang lebih rendah dan perbaikan terus menerus dalam perangkat keras GIS, perangkat lunak, dan data. Perkembangan ini akan mengakibatkan aplikasi yang lebih luas dari teknologi di seluruh pemerintah, usaha industri, dan. GIS dan teknologi terkait akan membantu menganalisis dataset besar, yang memungkinkan pemahaman yang lebih baik dari proses-proses terestrial dan kegiatan manusia untuk meningkatkan vitalitas ekonomi dan kualitas lingkungan (Integrasi Utama, 2014).
Dengan pengertiam dari GIS diatas, maka kita sudah jelas dapat mengaplikasikannya pada beaga hal, salah satunya dalam bidang pertaian. Dengan menggunakan aplikasi yang berbasis GIS kita dapat menganalisis kondisi lahan suatu daerah. Itadapat melihat tingkat kesuburanya, komoditas tanaman yang cocok, potensi hama dan penyakit, kebutuhan air berdasarkan letak (sumber) dan jumlah dari air tersebu, dan masih banyak lagi management pertanian yang dapat kita laukan da analisis terlebih dahulu.
Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daerah yang ada di Indonesia yang memiliki peran dalam pengembagan sumberdaya alamnya yang banyak dieksploitasi guna mendaoatkan keuntungan untuk warga sekitar khususnya dan negara Indonesia pada umumnya. Lmongan menjadi tempat yang potensial untuk beberapa komoditi tanaman pangan, seperti padidan jagung. Tempatnya yang berada di dataran rendah memang cocok untuk membudidayakan tanaman pangan yang pada umumnya memang bmemerlukan tempat yang memiliki dataran yang rendah  untuk dapat tumbuh dan berkembang. Budidaya tanaman pangan yang potensial ini kebanyakan terdapat di sisi Kabupaten Lamongan dibagian selatan
Bukan hanya potensi budidaya pertanian, di  sisi utara dari Kabupaten Lamongan juga potensial akan hasil lautnya, karenan sisi utara kabupaten Lamongan merupakn salah satu daerah yang merupakan gabungan dari garis pantai utara, posisi tersebut tenteunya memiliki keuntungan tersendiri untuk masyarakat yang bertempat tinggal di kabupaten Lamongan utamanya yang berada di sisi utara.
Selain itu kabupaten Lamongan di sisi bagian timur juga merupakan sentra dari ikan tambak. Banyak Mmasyarakat disaerah sana yang menjadi pembudiday ikan dalam tambak untuk memenuhi kebutuhan hidupnua, salah satu komoditas yang terkenal adalah udang faname nya.
Mengingat fakta bahwa Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daera di Indonesia yang produksi jagungnya terbesar di Inonesia, sehingga pemerintah setempat sampai saat ini berusaha untuk mengenmbangkan pabrik bibit di Kabupaten Lamongan supaya penghasilan yang melimpah tersebut dapat ,emberikan keuntungan yang lebih banyak lagi.
Untuk mengembangkan daerah potensial tersebut, maka perlulah pengaplikasian dari GIS supaya hasil yang memuaskan tersebut dapat terus dikembangkan supaya memberikan keuntungan bagi banyak pihak bukan haya untuk sekarang namun juga untuk dimasa depan. Apliksi GIS ini nantinya tentunya untuk mempermudah pengolahan bidang pertanian di Kabupaten Lamongan, sehingga nantinya goal yang dicapai adalah bukan hanya di jeis bahan pangan jagung saja yang dapat menghasilkan hasil produksi yang maksimal, namun juga pada komoditas tanaman yang lainnya, seoerti padi, kedelai, dan masih banyak lagi.
Penjelasan singkat mengenai aplikasi ini adalah, aplikasi ini nantinya bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai tempat-tempat di Kabupaten Lamongan yang memiliki potensi untuk lahan pertanian pada segala komoditas, persebaran tersebut akan lebih di detailkan mengenai pangsa pasar, kesuburan tanah, sumber dan kebutuhan air, daerah yang dijadikan sebagai pendistribusian yang utama, bahkan hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat pelaku aktifitas pertanian yang ada pada sekitar lahan tersebut. Sehingga dengan adanya aplikasi ini masyarakat sebaga pelaku aktifitas pertania dapat sangat diuntungkan karena dapat mempermudah aktifitas mereka dalam bercocok tanam. Bukan hanya ada proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, namun juga pada proses sebelum penanaman yang meliputi pengolahan, hingga pasca panen yang nantinya bermuara pada peningkatan ekonomi dan juga mutu dan kualitas produk.
Proses desaign aplikasi GIS ini meliputi pengimplementasian ruang lingkup GIS yang diantaranya adalah ;
Pada dasarnya pada SIG terdapat enam proses yaitu:
·         Input Data
Proses input data digunakan untuk menginputkan data spasial dan data non-spasial. Data spasial biasanya berupa peta analog. Untuk SIG harus menggunakan peta digital sehingga peta analog tersebut harus dikonversi ke dalam bentuk peta digital dengan menggunakan alat digitizer. Selain proses digitasi dapat juga dilakukan proses overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.
·         Manipulasi Data
Tipe data yang diperlukan oleh suatu bagian SIG mungkin perlu dimanipulasi agar sesuai dengan sistem yang dipergunakan. Oleh karena itu SIG mampu melakukan fungsi edit baik untuk data spasial maupun non-spasial.

·         Manajemen Data
Setelah data spasial dimasukkan maka proses selanjutnya adalah pengolahan data non-spasial. Pengolaha data non-spasial meliputi penggunaan DBMS untuk menyimpan data yang memiliki ukuran besar.
·         Query dan Analisis
Query adalah proses analisis yang dilakukan secara tabular. Secara fundamental SIG dapat melakukan dua jenis analisis, yaitu:
o   Analisis Proximity
Analisis Proximity merupakan analisis geografi yang berbasis pada jarak antar layer. SIG menggunakan proses buffering (membangun lapisan pendukung di sekitar layer dalam jarak tertentu) untuk menentukan dekatnya hubungan antar sifat bagian yang ada.
o   Analisis Overlay
Overlay merupakan proses penyatuan data dari lapisan layer yang berbeda. Secara sederhana overlay disebut sebagai operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk digabungkan secara fisik.
·         Visualisasi
Untuk beberapa tipe operasi geografis, hasil akhir terbaik diwujudkan dalam peta atau grafik. Peta sangatlah efektif untuk menyimpan dan memberikan informasi geografis (Gis_Indonesi, 2011)
Dari ruang lingkup diatas dapat diimplementasikan pada perencanaan aplikasi GIS ini, diantaranya adalah
1.       Input data
Sudah jelas bahwa input data nantinya kita akan memasukan segala data yang kita perlukan untuk memperlancar dari aplikasi ini, diantaranya adalah total keseluruhan lahan pertanian yang ada di Kabupaten Lamongan, jumlah luasan lahan kritis, lahan komoditas jagung, lahan komoditas padi, jumlah dan sistem irigasi, daerah pendistribusian, dan rerata harga pada masing-masing komoditas dan hal-hal lain yang mempengaruhinya.
2.       Manipulasi data
Manipulasi data dilakukan dengan menyesuaikan data yang didapat untuk nantinya dapat selaras dengan aplikasi yang dibuat
3.       Manajemen data
Hal ini dilakukan dengan pengelompokan data yang memiliki ukuran besar, seperti mengenai informasi lahan di Kabupaten Lamongan tentunya akan lebih besar ukurannya dibandingkan dengan jumlah irigasi. Juga pengelompokan berdasarkan informasi umum yang dibutuhkan oleh keseluruhan pelaku aktifitas pertanian
4.       Query dan Analisis
a.       Analisis Proximity
Pada analisi proximity ini nantinya akan dapat diketahui mengenai jarak irigasi yang terdekat pada suatu lahan, kemudian jarak daerah-daerah yang memiliki pangsa pasar yang lebih besar sehingga dapat memperluas daerah distribusi, dan masih banyak lagi.

b.      Analisis Overlay
Kemudian segala informasi tersebut disatukan agar dapat di sinkronkan antar aplikasi dan kodisi nyata pada lapangan
5.       Visualisasi
Penampakan lahan kemudian adalah menjadi langkah akhir pada rencana aplikasi ini. Supaya dapat difahami lebih mudah, contohnya dalam pendistribusian, daerah yang memiliki potensi pasar yang lebih besar tentunya akan memiliki bentuk visual yang berbeda dengan pasar yang ranahnya dan kebutuhannya lebih minim.
Untuk memperlancar rencana (design) dar aplikasi ini adalah dapat menggunakan Location-Based Services (LBS) adalah layanan informasi yang mengutilisasi kemampuan untuk menggunakan informasi lokasi dari perangkat dan dapat diakses dengan perangkat mobile melalui jaringan telekomunikasi bergerak dan Metode haversine formula dapat digunakan untuk menghitung jarak antara dua titik, berdasarkan posisi garis lintang (latitude) dan posisi garis bujur (longitude). Metode Haversine Formula tersebut kini sudah mengalami pengembangan, yaitu dengan menggunakan rumus spherical law of cosine sederhana, dimana dengan penghitungan komputer dapat memberikan tingkat presisi yang sangat akurat antar dua titik (Stevian, 2016)
Sekian pemaparan dari saya, jika ada ketidak sesuaian kata dan pemikiran, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga apa yang saya buat ini dapat memberikan manfaat yang banyak untuk berbagai pihak, terima kasih.


Daftar Pustaka
Integrasi_utama, 2014, GIS (Geographic Information System), http://integrasiautama.com/gis-geographic-information-system/. Diakses pada 15 Mei 2017
Gis-indonesia, 2011, Deskripsi dan Konsep Dasar GIS (Geographic Information System), http://gis-indonesia.blogspot.co.id/2011/05/deskripsi-gis-geographic-information.html. Diakses pada 16 Mei 2017 
Stevian, 2016, PERANCANGAN APLIKASI GIS PENCARIAN RUTE TERPENDEK PETA WISATA DI KOTA MANADO BERBASIS MOBILE WEB DENGAN ALGORITMA DIJKSTRA, http://eprints.dinus.ac.id/12361/1/jurnal_12294.pdf. Diakses pada 17 Mei 2017

Rabu, 08 Maret 2017

Manfaat Adanya Sistem Informasi Geografis Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Manfaat Adanya Sistem Informasi Geografis Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Dayinta Loka Apsari NPM : 1525010056
Dengan berkembangnya zaman banyak teknologi-teknologi baru dibuat untuk mempermudah segala aktivitas manusia, baik dalam skala besar maupun kecil, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun hanya dalam kondisi tertentu saja. Begitu juga tentang Sistim Informasi Geografis (SIG). Kebanyakan orang mungkin belum terlalu mengerti mengenai ilmu ini. Tapi, tanpa kita sadari SIG berperan penting dalam hidup kita meskipun bukan hal yang utama. SIG berfungsi untuk mengolah data, mengetahui kondisi geografis disuatu tempat dan masih banyak lagi. Alat-alat dalam SIG kebanyakan juga merupaka alat yang awalnya di perluka sebagaipemenuhan teknologi dalam medan perang, namun dizaman yang sudah berubah ini fungsi utama tersebut diganti dengan fungsi- fungsi perdamaian yang tentunya dapat memberikan manfaat yang lebih berguna bagi banyak orang
Penggunaan aplikasi Sistem Informasi Geografis tentu saja makin luas. Hal ini sangat didukung oleh hadirnya beberapa komponen perangkat lunak, extension, atau framework yang berasal dari pihak ketiga. Dengan komponen ini, tentu saja setiap pengguna yang terampil dapat membuat sendiri aplikasi yang berfungsi untuk membaca, menampilkan, meng-query, dan memanipulasi basisdata spasialnya. Meskipun demikian, Sistem Informasi Geografis bukanlah pemrograman aplikasi semata. Pemrograman merupakan bagian kecil dari sejumlah aktivitas pengembangan dalam rangka membuat solusi spasial yang dibutuhkan. Bahkan dalam requirement lain, pengguna bisa saja memanfaatkan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis tanpa pemrograman sama sekali. Pemahaman mengenai konsep-konsep (spasial) yang berada di belakangnya jauh lebih bermakna.
 Karena kebutuhan yang bersifat komprehensif, adalah tidak mudah untuk memisahkan aspek spasial dengan properties-nya. Demikian pula dengan aplikasi yang mengelolanya. Kecenderungannya adalah aplikasi yang dapat mengelola basisdata spasial juga dapat menangani basisdata atribut. Sebagai contoh, perangkat Sistem Informasi Geografis dapat membaca, memanggil, dan memanipulasi basisdata spasial yang disimpan di dalam DBMS. Sementara itu, basisdata spasial yang sama juga dapat di-join dengan tabel atribut dan kemudian dikenakan query oleh DBMS yang bersangkutan melalui fasilitas SQL atau bahasa script lainnya. Inilah lingkungan di mana Sistem Informasi Geografis berada.
Pengertian SIG Pernahkah Anda sebelumnya mendengar atau membaca istilah SIG? Sebagai awal pemahaman beberapa orang pakar telah mencoba memberikan definisi mengenai SIG ini. Tetapi bila disimak, definisi tersebut satu sama lain saling melengkapi dan memiliki pengertian yang hampir sama. Berikut ini, beberapa definisi SIG menurut para ahli:
1. Menurut Aronaff, 1989. SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.
2. Menurut Barrough, 1986. SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.
 3. Menurut Marble et al, 1983. SIG merupakan sistem penanganan data keruangan.
4. Menurut Berry, 1988. SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
5. Menurut Calkin dan Tomlison, 1984. SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting.
6. Menurut Linden, 1987. SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.
7. Menurut Petrus Paryono. SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi dan menganalisis informasi geografi.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa: SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer (mesin). (romenah,2003)
dalam bidang pertanian Sistim Informasi Geografis (SIG) diperlukan untuk mengetahui tand-tanda alam sekitar mengenai kejadfian kejadian alam seperti angin, hujan, suhu, kelembaba, maupun kondisi kontur tanah. Dengan diterapkannya SIG dalam bidang pertanian diharapkan dapat menanggulangi segala kerusakan yang ada di masa mendatang terutama yang berhubungan dengan kondisi alam, dengan adanya ilmu ini harapan utamanya adalah supaya hasil produksi dapat lenih ditingkat kan lagi. Dengan adanya aplikasi ini juga diharapkan supaya pertanian terpadu yang berwawasan lingkungan dapat berfungsi secara penuh. Karena dengan ilmu ini kita dapat mengolah data-data pertanian, baik itu hasil percobaan, hasil panen, faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, ataupun kombinasi dari keseluruhan hal tersebut.
Manfaat Sistem Informasi Geografi (SIG)
Manfaat SIG dewasa ini khususnya dalam menyongsong pembangunan di masa mendatang
semakin penting. Informasi yang dihasilkan SIG merupakan informasi keruangan dan kewilayahan, maka informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi data keruangan yang berkaitan dengan sumber daya alam. Juga pembuatan rencana dan kebijakan dalam pembangunan. Berikut ini akan dibahas mengenai manfaat SIG secara lebih terperinci.
1. Manfaat SIG dalam inventarisasi sumber daya alam
Pembangunan fisik dan sosial di Indonesia terus ditingkatkan sesuai dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya kehidupan yang serba kompleks. Perkembangan tersebut mendorong perlunya informasi yang rinci tentang data sumber daya alam, yang mungkin dapat dikembangkan. Data aneka sumber daya alam hasil penelitian dijadikan modal sebagai bahan baku untuk perencanaan pembangunan. Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alam adalah sebagai berikut:
a.    Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam,
misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
b.   Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:
- kawasan lahan potensial dan lahan kritis.
- kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak.
- kawasan lahan pertanian dan perkebunan.
- pemanfaatan perubahan penggunaan lahan.
c. Untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:
- memantau luas wilayah bencana alam.
- pencegahan terjadinya bencana alam di masa datang.
- menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana.


2. Manfaat SIG dalam Perencanaan Pola Pembangunan
SIG tidak hanya penting bagi pakar geografi, tetapi juga bagi pakar perencana pembangunan dan perencana penataan ruang. Perencana atau penata ruang dengan berpola SIG tidak hanya melihat dari sudut lingkungan fisik saja, tetapi juga lingkungan sosial, ekonomi dan kependudukan. Dalam penataan ruang, SIG bermanfaat sebagai acuan perencanaan pembangunan, agar pembangunan dapat terencana lebih awal dan tidak tumbuh semrawut (tidak teratur) serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Berikut ini contoh manfaat SIG dalam perencanaan pola pembangunan.
a. Pembangunan waduk PLTA Saguling
Dilihat dari lingkungan fisiknya, lokasi proyek PLTA Saguling sangat potensial dibangun waduk (bendungan) raksasa. Pernahkah Anda melihat waduk? Dengan SIG, pembangunan waduk tidak hanya memperhatikan faktor kecocokan fisik saja, tetapi juga faktor-faktor sosial ekonomi penduduk di sekitar proyek tersebut. Dengan dibangunnya waduk raksasa, pola kehidupan masyarakat yang sebelumnya serba darat akan berubah menjadi pola kehidupan darat dan air. Melalui perencanaan yang matang, masyarakat harus dibina:
- cara dan teknik keselamatan transportasi melayari waduk.
- cara dan teknik pemanfaatan waduk sebagai sumber penghidupan (perikanan terapung).
- cara dan teknik membuat alat-alat penunjang sumber kehidupan dan teknik pemanfaatannya, contohnya keramba, makanan ikan dan jarak keramba dengan keramba lainnya. Peta lokasi dan situasi proyek Saguling hasil keluaran SIG menjadi sarana kunci dalam perencanaan pembangunan PLTA tersebut. Dengan informasi SIG pembangunan waduk Saguling juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya.
3. Manfaat SIG dalam Bidang Sosial
Selain dalam inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pola pembangunan, SIG juga dapat dimanfaatkan dalam bidang sosial. Dalam bidang sosial SIG dapat dimanfaatkan pada hal-hal berikut:
a. Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
b. Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
c. Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
d. Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
e. Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran. (Romena, 2003)
Kesimpulan
Dengan berkembangnya zaman banyak teknologi-teknologi baru dibuat untuk mempermudah segala aktivitas manusia, baik dalam skala besar maupun kecil, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun hanya dalam kondisi tertentu saja. Begitu juga tentang Sistim Informasi Geografis (SIG). Kebanyakan orang mungkin belum terlalu mengerti mengenai ilmu ini. Tapi, tanpa kita sadari SIG berperan penting dalam hidup kita meskipun bukan hal yang utama
Penggunaan aplikasi Sistem Informasi Geografis tentu saja makin luas. Hal ini sangat didukung oleh hadirnya beberapa komponen perangkat lunak, extension, atau framework yang berasal dari pihak ketiga. Dengan komponen ini, tentu saja setiap pengguna yang terampil dapat membuat sendiri aplikasi yang berfungsi untuk membaca, menampilkan, meng-query, dan memanipulasi basisdata spasialnya. Meskipun demikian, Sistem Informasi Geografis bukanlah pemrograman aplikasi semata. Pemrograman merupakan bagian kecil dari sejumlah aktivitas pengembangan dalam rangka membuat solusi spasial yang dibutuhkan.

SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer (mesin).
Manfaat SIG dewasa ini khususnya dalam menyongsong pembangunan di masa mendatang
semakin penting. Informasi yang dihasilkan SIG merupakan informasi keruangan dan kewilayahan, maka informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi data keruangan yang berkaitan dengan sumber daya alam. Juga pembuatan rencana dan kebijakan dalam pembangunan.
Daftar Pustaka
Prahasta, Eddy. 2009. Sistem Informasi Geografis Konsep-Konsep Dasar (Perspektif Geodesi & Informatika). Bandung. Informatika.
Romena, 2003. Materi GIS. http://ruwaifi.0fees.net/wp-content/download/materi-gis/sistem-informasi-geografi.pdf?i=1. Diakses pada tanggal 05 maret 2017