Rabu, 08 Maret 2017

Manfaat Adanya Sistem Informasi Geografis Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Manfaat Adanya Sistem Informasi Geografis Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Dayinta Loka Apsari NPM : 1525010056
Dengan berkembangnya zaman banyak teknologi-teknologi baru dibuat untuk mempermudah segala aktivitas manusia, baik dalam skala besar maupun kecil, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun hanya dalam kondisi tertentu saja. Begitu juga tentang Sistim Informasi Geografis (SIG). Kebanyakan orang mungkin belum terlalu mengerti mengenai ilmu ini. Tapi, tanpa kita sadari SIG berperan penting dalam hidup kita meskipun bukan hal yang utama. SIG berfungsi untuk mengolah data, mengetahui kondisi geografis disuatu tempat dan masih banyak lagi. Alat-alat dalam SIG kebanyakan juga merupaka alat yang awalnya di perluka sebagaipemenuhan teknologi dalam medan perang, namun dizaman yang sudah berubah ini fungsi utama tersebut diganti dengan fungsi- fungsi perdamaian yang tentunya dapat memberikan manfaat yang lebih berguna bagi banyak orang
Penggunaan aplikasi Sistem Informasi Geografis tentu saja makin luas. Hal ini sangat didukung oleh hadirnya beberapa komponen perangkat lunak, extension, atau framework yang berasal dari pihak ketiga. Dengan komponen ini, tentu saja setiap pengguna yang terampil dapat membuat sendiri aplikasi yang berfungsi untuk membaca, menampilkan, meng-query, dan memanipulasi basisdata spasialnya. Meskipun demikian, Sistem Informasi Geografis bukanlah pemrograman aplikasi semata. Pemrograman merupakan bagian kecil dari sejumlah aktivitas pengembangan dalam rangka membuat solusi spasial yang dibutuhkan. Bahkan dalam requirement lain, pengguna bisa saja memanfaatkan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis tanpa pemrograman sama sekali. Pemahaman mengenai konsep-konsep (spasial) yang berada di belakangnya jauh lebih bermakna.
 Karena kebutuhan yang bersifat komprehensif, adalah tidak mudah untuk memisahkan aspek spasial dengan properties-nya. Demikian pula dengan aplikasi yang mengelolanya. Kecenderungannya adalah aplikasi yang dapat mengelola basisdata spasial juga dapat menangani basisdata atribut. Sebagai contoh, perangkat Sistem Informasi Geografis dapat membaca, memanggil, dan memanipulasi basisdata spasial yang disimpan di dalam DBMS. Sementara itu, basisdata spasial yang sama juga dapat di-join dengan tabel atribut dan kemudian dikenakan query oleh DBMS yang bersangkutan melalui fasilitas SQL atau bahasa script lainnya. Inilah lingkungan di mana Sistem Informasi Geografis berada.
Pengertian SIG Pernahkah Anda sebelumnya mendengar atau membaca istilah SIG? Sebagai awal pemahaman beberapa orang pakar telah mencoba memberikan definisi mengenai SIG ini. Tetapi bila disimak, definisi tersebut satu sama lain saling melengkapi dan memiliki pengertian yang hampir sama. Berikut ini, beberapa definisi SIG menurut para ahli:
1. Menurut Aronaff, 1989. SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.
2. Menurut Barrough, 1986. SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.
 3. Menurut Marble et al, 1983. SIG merupakan sistem penanganan data keruangan.
4. Menurut Berry, 1988. SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
5. Menurut Calkin dan Tomlison, 1984. SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting.
6. Menurut Linden, 1987. SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.
7. Menurut Petrus Paryono. SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi dan menganalisis informasi geografi.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa: SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer (mesin). (romenah,2003)
dalam bidang pertanian Sistim Informasi Geografis (SIG) diperlukan untuk mengetahui tand-tanda alam sekitar mengenai kejadfian kejadian alam seperti angin, hujan, suhu, kelembaba, maupun kondisi kontur tanah. Dengan diterapkannya SIG dalam bidang pertanian diharapkan dapat menanggulangi segala kerusakan yang ada di masa mendatang terutama yang berhubungan dengan kondisi alam, dengan adanya ilmu ini harapan utamanya adalah supaya hasil produksi dapat lenih ditingkat kan lagi. Dengan adanya aplikasi ini juga diharapkan supaya pertanian terpadu yang berwawasan lingkungan dapat berfungsi secara penuh. Karena dengan ilmu ini kita dapat mengolah data-data pertanian, baik itu hasil percobaan, hasil panen, faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, ataupun kombinasi dari keseluruhan hal tersebut.
Manfaat Sistem Informasi Geografi (SIG)
Manfaat SIG dewasa ini khususnya dalam menyongsong pembangunan di masa mendatang
semakin penting. Informasi yang dihasilkan SIG merupakan informasi keruangan dan kewilayahan, maka informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi data keruangan yang berkaitan dengan sumber daya alam. Juga pembuatan rencana dan kebijakan dalam pembangunan. Berikut ini akan dibahas mengenai manfaat SIG secara lebih terperinci.
1. Manfaat SIG dalam inventarisasi sumber daya alam
Pembangunan fisik dan sosial di Indonesia terus ditingkatkan sesuai dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya kehidupan yang serba kompleks. Perkembangan tersebut mendorong perlunya informasi yang rinci tentang data sumber daya alam, yang mungkin dapat dikembangkan. Data aneka sumber daya alam hasil penelitian dijadikan modal sebagai bahan baku untuk perencanaan pembangunan. Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alam adalah sebagai berikut:
a.    Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam,
misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
b.   Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:
- kawasan lahan potensial dan lahan kritis.
- kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak.
- kawasan lahan pertanian dan perkebunan.
- pemanfaatan perubahan penggunaan lahan.
c. Untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:
- memantau luas wilayah bencana alam.
- pencegahan terjadinya bencana alam di masa datang.
- menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana.


2. Manfaat SIG dalam Perencanaan Pola Pembangunan
SIG tidak hanya penting bagi pakar geografi, tetapi juga bagi pakar perencana pembangunan dan perencana penataan ruang. Perencana atau penata ruang dengan berpola SIG tidak hanya melihat dari sudut lingkungan fisik saja, tetapi juga lingkungan sosial, ekonomi dan kependudukan. Dalam penataan ruang, SIG bermanfaat sebagai acuan perencanaan pembangunan, agar pembangunan dapat terencana lebih awal dan tidak tumbuh semrawut (tidak teratur) serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Berikut ini contoh manfaat SIG dalam perencanaan pola pembangunan.
a. Pembangunan waduk PLTA Saguling
Dilihat dari lingkungan fisiknya, lokasi proyek PLTA Saguling sangat potensial dibangun waduk (bendungan) raksasa. Pernahkah Anda melihat waduk? Dengan SIG, pembangunan waduk tidak hanya memperhatikan faktor kecocokan fisik saja, tetapi juga faktor-faktor sosial ekonomi penduduk di sekitar proyek tersebut. Dengan dibangunnya waduk raksasa, pola kehidupan masyarakat yang sebelumnya serba darat akan berubah menjadi pola kehidupan darat dan air. Melalui perencanaan yang matang, masyarakat harus dibina:
- cara dan teknik keselamatan transportasi melayari waduk.
- cara dan teknik pemanfaatan waduk sebagai sumber penghidupan (perikanan terapung).
- cara dan teknik membuat alat-alat penunjang sumber kehidupan dan teknik pemanfaatannya, contohnya keramba, makanan ikan dan jarak keramba dengan keramba lainnya. Peta lokasi dan situasi proyek Saguling hasil keluaran SIG menjadi sarana kunci dalam perencanaan pembangunan PLTA tersebut. Dengan informasi SIG pembangunan waduk Saguling juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya.
3. Manfaat SIG dalam Bidang Sosial
Selain dalam inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pola pembangunan, SIG juga dapat dimanfaatkan dalam bidang sosial. Dalam bidang sosial SIG dapat dimanfaatkan pada hal-hal berikut:
a. Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
b. Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
c. Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
d. Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
e. Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran. (Romena, 2003)
Kesimpulan
Dengan berkembangnya zaman banyak teknologi-teknologi baru dibuat untuk mempermudah segala aktivitas manusia, baik dalam skala besar maupun kecil, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun hanya dalam kondisi tertentu saja. Begitu juga tentang Sistim Informasi Geografis (SIG). Kebanyakan orang mungkin belum terlalu mengerti mengenai ilmu ini. Tapi, tanpa kita sadari SIG berperan penting dalam hidup kita meskipun bukan hal yang utama
Penggunaan aplikasi Sistem Informasi Geografis tentu saja makin luas. Hal ini sangat didukung oleh hadirnya beberapa komponen perangkat lunak, extension, atau framework yang berasal dari pihak ketiga. Dengan komponen ini, tentu saja setiap pengguna yang terampil dapat membuat sendiri aplikasi yang berfungsi untuk membaca, menampilkan, meng-query, dan memanipulasi basisdata spasialnya. Meskipun demikian, Sistem Informasi Geografis bukanlah pemrograman aplikasi semata. Pemrograman merupakan bagian kecil dari sejumlah aktivitas pengembangan dalam rangka membuat solusi spasial yang dibutuhkan.

SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer (mesin).
Manfaat SIG dewasa ini khususnya dalam menyongsong pembangunan di masa mendatang
semakin penting. Informasi yang dihasilkan SIG merupakan informasi keruangan dan kewilayahan, maka informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi data keruangan yang berkaitan dengan sumber daya alam. Juga pembuatan rencana dan kebijakan dalam pembangunan.
Daftar Pustaka
Prahasta, Eddy. 2009. Sistem Informasi Geografis Konsep-Konsep Dasar (Perspektif Geodesi & Informatika). Bandung. Informatika.
Romena, 2003. Materi GIS. http://ruwaifi.0fees.net/wp-content/download/materi-gis/sistem-informasi-geografi.pdf?i=1. Diakses pada tanggal 05 maret 2017


2 komentar:

  1. WAH ternyata blog dari mahasiswa juga ya, sangat hebat dan berguna untuk saya, saya juga mahasswa atmaluhur lagi cari cari tentang pengetahuan dan manfaat GIS juga akhirnya ternyata alumni mahasiswa atmaluhur juga mempunyai blog pengetahuan manfaat gis luar biasa bnget terimakasih ya pengetahuan nya.
    Kunjungi website saya ya : https://diansah.mahasiswa.atmaluhur.ac.id
    dan website kampus saya : http://www.atmaluhur.ac.id

    BalasHapus
  2. Wow. Ternyata GIS sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Terima Kasih banyak sudah memberikan informasi nya. Sekarang wawasan saya tentang GIS menjadi bertambah.

    Dan Tolong Kunjungi juga website saya => http://markha-sa.mahasiswa.atmaluhur.ac.id/
    serta website kampus saya => www.atmaluhur.ac.id

    Thanks :D

    BalasHapus