Pengendalian Hama
Penyakit Terpadu
Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan era
globalisasi, maka segala tingkah laku, kebutuhan dan kultur manusia juga terus
berkembang. Bukan hanya masalah fasion atau suatu aktifitas yang terus
berkembang secara modern namun juga pola pikir mengenahi kebutuhan makan orang
modern saa ini dengan beberapa tahun kebelakang tentu memiliki perbedaan.
Semakan kesini kebutuhan manusia modern akan
makanan yang sehat, aman, dan kaya manfaat teruslah meningkat, namun disisi
lain banya terjadi permasalahan – permasalahan dibidang pertanian yang membuat
kebutuhan tersebut menjadi terhambat. Diantaranya adalah konversi lahan,
ketersediaan bibit, pupuk, iklim, juga OPT (organisme pengganggu tanaman). Masing
masing dari mereka memiliki kadar kerugian masing – masing, namun tetu saja
kesinambungan antara satu dengan yang lain sangatlah mempengaruhi hasil akhir
berupa produksi yang efektif dan efisien
Banyaknya permasalahan pada masa penanaman tentunya
membuat para petani melakukan segala cara supaya hasil produksi tetap
menguntungkan secara finansial. Salah satunya adalah penggunaan pestisida dari
bahan kimia, baik pada pupuk, pestisida, dan kegunaan – kegunaan lainnya.
adanya bahan kimia pada hal ini menyebakan pengaruh bukan hanya pada tanaman
atau hama yang ditargetkan namun juga manusia sebagai konsumen. Dan apabila hal
tersebut terus menerus terjadi akan menyebabkan masalah berupa ketidak
seimbangan yang ada di alam
Sebelum adanya PHPT manusia cenderung bertujuan
menghilangkan segala hal yang menyebabkan kerugian dalam budidaya tanpa
berfikir untuk memeneg sedemikian rupa supaya lebih efektif dan efisien. Penghilangan
salah satu makhluk hidup tentunya kan beropengaruh pada keseimbangan alam yang
lain, karena segala kehidupan di bumi ini memiliki siklus yang terus beroutar
dan saling memiliki keterkaitan antara satudengan yang lainnya.
Maka dari itu PHPT hadir sebagai salah satu upaya
mengembalikansiklus hidup di alam tersebut. PHPT pada dasrnya adalah upaya
pengendalian OPT budidaya yang tetap memerhatikan aspek ekologi dalam
pengelolaannya yang bersifat ramah lingkungan dan berwawasan pertanian
berkelanjutan. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan PHPT ini, diantaranya
dapat dengan menggunakan musuh alami, pengendaian populasi, pemasangan
perangkap, dan masih banyak lagi.
Berikut merupakan tahapan – tahapan dari PHPT :
1. Memahami mengenai segala informasi
dari OPT yang akan dikelola
2. Mempelajari mengenai hal – hal lain yang
berhubungan dengan OPT tersebut
3. Penetapan dan pengembangan ambang batas ekonomi
4. Pengembangan Sistem Pengamatan yang akan digunakan dan
pengawasan OPT
5. Pengembangan data dan informasi dan pengiraan
perkembangan OPT
6. Pengembangan srategi yang tepat dalam pengelolaan OPT
Tujuan – tujuan PHPT
1. Untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian
2. Mensejahterakan petani baik secara finansial dan
tenaga kerja
3. Penyediaan bahan makanan yang sehat dengan gizi tinggi
untuk masyarakat Indonesia
4. Menjaga kestabilan ekologi tanpa harus memusnahkan
salah satu spesies
5. Mengurangi resiko pencemaran lingkungan akibat dari
bahan kimia yang merugikan alam
6. Meningkatkan pertanian berkelanjutan dalam jangka
waktu yang sangat panjang.
Dayinta
Loka Apsari (1525010056)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar